Monday, May 2, 2011

Martabak Bangka Belitung (Hok Lo Pan)


Bahan:
4 sendok makan gist
1700 cc santan dari 2 kelapa tua
2 sendok teh garam dimasak bersama santan sampai panas suam-suam kuku
1 kg tepung terigu
6 butir telur ayam
60 gram soda kue
2 sendok teh vanili
Margarin secukupnya
100 gram kacang sangrai ditumbuk kasar
100 gram coklat meses
1 kaleng susu kental manis
Gula pasir untuk adonan dan taburan sesuai selera

Cara Membuat Resep Kue Maratabak Manis/Terang Bulan 
(Martabak Bangka Belitung) :

- Masukkan gist ke dalam campuran santan dan garam. Diamkan 15 menit sampai berbuih, sisihkan.
- Dalam sebuah mangkuk yang lain campurkan terigu dan telur dan aduk perlahan sambil tuangkan santan sedikit demi sedikit, sampai adonan licin, kemudian tambahkan gula pasir, soda kue dan vanilla.
- Panaskan loyang martabakbergaris tengah 20 cm yang sudah diolesi mentega.
- Tuang adonan setebal 1 cm, panggang diatas api dengan nyala sedang
- Setelah adonan berlubang, taburkan kacang tanah, meises, gula pasir dan susu, kental manis
- Lipat martabak, olesi luarnya dengan mentega, angkat dan hidangkan.

Saturday, April 2, 2011

Roti Buaya


Roti Buaya merupakan bagian dari budaya di Indonesia, khususnya pada masyarakat Betawi, penduduk asli kota Jakarta dahulu Batavia.

Bagi masyarakat Betawi, roti buaya merupakan simbol dari kesetiaan, maka dari itu di setiap acara pernikahan adat betawi, selalu menyertakan roti buaya sebagai seserahan di samping mas kawin/mahar, dan perlengkapan lain seperti baju, kain,perhiasan, serta beberapa peralatan rumah tangga.

Roti buaya menempati porsi yang penting di banding peralatan seserahan lainnya. karena roti ini mempunyai makna sebagai ungkapan kesetiaan bagi calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan. Hal ini terinspirasi dari kebiasaan buaya yang hanya kawin sekali seumur hidupnya. Sementara perwujudan roti, juga memiliki makna tersendiri. Roti bagi masyarakat Betawi merupakan simbol dari kemapanan secara ekonomi. jadi diharapkan pengantin selain bisa saling setia juga hidup dalam kondisi yang mapan dan berkecukupan.Dan mayarakat Betawi mempercayai hal ini turun temurun hingga saat ini. (sumber: http://rotibuaya.com/)

Bahan-bahan roti buaya ini, seperti roti manis pada umumnya. Namun untuk mendapatkan bentuk menyerupai bentuk buaya perlu keterampilan sendiri.

ROTI BUAYA

Bahan
* 1000 gr terigu Cakra Kembar/Kereta Kencana
* 250 gr gula pasir
* 100 gr margarine
* 15 gr garam
* 25 gr ragi
* 15 gr susu bubuk full cream
* 3 butir telur
* 70 cc air es
* Pewarna secukupnya

Cara Memasak :
* Bahan dimasukkan ke dalam mixer, aduk sampai kalis/halus.
* Timbang sesuai dengan ukuran roti buaya.
* Variasi roti disesuaikan dengan bentuk.
* Panggang adonan hingga matang.

Tips :
* Gunakanlah tepung Cakra Kembar/Kereta Kencana untuk membuat Roti Buaya.
* Perbandingan kepala dengan badan serta ekor dalam membuat roti buaya adalah 1:3
* Fermentasi akhir maksimal 30 menit agar bentuk buaya tidak berubah.

Wednesday, March 2, 2011

Roti Cane


Bahan :

350 gr tepung terigu
1 sdm garam
200 cc air hangat
250 gr mentega/ margarine dicairkan

Cara membuat :

Campur tepung, garam dengan air hangat. Setelah rata masukkan mentega cair.

Remas-remas sampai tidak lengket, bagi menjadi 20 bagian, masing-masing dibulatkan, diamkan ± selama 15 menit, tipiskan setebal ± 1/2 cm.

Panaskan dan olesi dengan sedikit minyak wajan datar untuk membuat martabak, panggang adonan yang sudah ditipiskan di atas, balik-balik sampai matang (ada bagianbagian yang jadi lebih cokelat). Angkat.

Lakukan sampai adonan habis.

Catatan :

bentuk tekstur roti bisa beragam ada yang seperti proses diatas, atau ditipiskan lebar lalu dilipat-lipat seperti martabak, baru kemudian dipanggang

Wednesday, February 2, 2011

Hot Chai (Teh Tarik)


Hot Chai is more commonly known as Teh Tarik in Malaysia. Teh Tarik literally means "pull tea" in Malay. This popular beverage is usually served in Indian tea shops or stalls.

My recipe combines two techniques I learned from watching fellow Malaysian Indians and South Asian Indians. Instead of adding condensed milk (Malaysian), I use fresh milk and add spices to enhance the flavor. I learn this trick from my good friend, Marina T.

Ingredients (makes 2 steaming cups):
3 bags of Lipton natural tea, 1.5 cup of fresh milk, 0.5 cup of water, 1 clove, a dash of nutmeg powder and a dash of cinnamon powder. Sugar, sugar syrup or honey to taste.

Procedures:
1. In a small saucepan, boil water and add tea bags and spices. Add sugar or syrup (optional) over low heat. Stir occasionally and let tea seep
2. Add milk and stir until tea is blubbly. Remove from heat
3. Stir occasionally and let tea seep until the mixture turns brownish in color (approximately 3 mins)
4. Remove teabags and clove. Pour the mixture into a large cup. Add honey (optional)
5. To create the "pull" effect, pour the mixture into an empty large cup. Repeat another time so that the tea has bubbles. Be careful not to burn yourself!
6. Serve in two cups with your favorite biscuits

Sunday, January 2, 2011

Cap cay (Indonesian style chop suey)


Cap cay (pronounced: tsaap tsaay, traditional Chinese: 雜碎, simplified Chinese: 杂碎, hanyu pinyin: zá suì) is Indonesian food that is from the influence of Chinese food. Indonesian people already adapt this recipe and is eaten everywhere throughout Indonesia by everybody, not only by Indonesian Chinese. 

But Indonesian Chinese version is more elaborate and consists of more ingredients including chicken liver and baby corn. The word "cap cay" is from Chinese Fujian dialect which means "mixed vegetables". Americans know this food by the name of "chop suey" but the Indonesian style is a bit different. 

Many people think that this recipe must use ten kinds of vegetable because the word "cap" in Fujian dialect very much resemble the word "cap" from that very same dialect which means "ten". But actually, how many types of vegetables used is not important. Although this is a vegetable recipe, you can add pork, beef, chicken, tofu, meatball, fish meatball, or shrimp too. 

Actually, you can add all kinds of ingredients you think would fit in. Pork is usually used by Indonesian Chinese. Indonesian Muslim replace the pork with beef or chicken. This recipe is very easy and fast to cook.

Ingredients

10 beef meatballs, sliced thinly and round
2 carrots, peeled and sliced thinly diagonally
100 g cauliflower, cut according to each peace of the flower
100 g mustard greens, cut about 3 inches length each
2 green onion, sliced diagnally about 1 cm length each
2 cloves of garlic, chopped
2 teaspoon ginger, chopped
1/2 big Indian onions, sliced thinly
1 teaspoon olive oil or vegetable oil for sauteeing (see: Opor ayam for details of Indonesian style sauteeing).
Indonesian Chinese prefer to use or add a bit of pork fat for more flavour.
100 ml chicken stock
For sauce use 1 teaspoon cornflour dissolved in 50 ml water
Pepper and salt or salty soy sauce to taste

Method

Heat oil.
Sautee garlic and ginger until it smells good.
Add Indian onions, stir until wither.
Add meatballs and carrot, cook until the carrots are wither.
Add stock, cook until boiled.
Add cauli flower, mustard greens and green onion. Cook until the vegetables are crisp but still fresh.
Add the solution of cornflour.
Add pepper and salt (or salty soy sauce) to your taste. Stir a bit.
Cook until the sauce is thick enough.
Serve hot with rice or eaten by itself.

Thursday, December 2, 2010

Getuk Lindri


Bahan :

250 gr gula pasir
150 ml air
1 sdt vanilli
1 kg singkong, dikupas dan dikukus, buang seratnya
½ butir kelapa, parut
gula pasir secukupnya untuk taburan
garam secukupnya untuk taburan
Pewarna merah, kuning dan hijau

Cara membuat :

1. Rebus air dan gula, masukkan vanilli, bagi menjadi 3 bagian masing-masing beri pewarna.
2. Tumbuk atau giling singkong kukus yang masih panas bersama setengah bagian dari kelapa parut tadi hingga halus
3. Sesudah halus, bagi adonan singkong menjadi 3 bagian, masing-masing bagian dituangi dengan larutan gula yang telah diberi pewarna sedikit demi sedikit hingga tercampur rata.
4. Sesudah rata, masukkan adonan ke dalam gilingan daging. Giling dan potong-potong sepanjang kira-kira 5 cm.
5. Hidangkan getuk lindri ini dengan sisa kelapa parut yang telah diberi sedikit gula pasir dan garam.